Cari Blog Ini

Kamis, 27 September 2012

Gedung Insulinde

Gedung Insulinde

Pada akhir 1920-an, mencuat rencana pemindahan ibu kota dari Batavia ke Bandung. Salah satu upaya merealisasikan rencana tersebut ialah dengan membangun Gouvernements Bedrijven (Gedung Sate) sebagai kantor instansi pemerintah. Bukan hanya pemerintah Hindia Belanda yang sibuk mempersiapkan pemindahan ibu kota, swasta pun turut berpartisipasi dengan membangun cabang-cabang usaha mereka di Kota Bandung, salah satunya NV Olie Fabrikeken Insulinde. Insulinde dahulu digunakan untuk menyebut Hindia Belanda yang diusulkan Eduard Douwes Dekker atau Multatuli. Insulnde aslinya dari bahasa Latin, yang berarti pulau.


Perusahaan minyak ini awalnya bernama ALC van Heel yang membangun pabrik di Logweg (Jln. Braga) pada 1917. Gedung Insulinde dirancang arsitek Belanda yang karyanya banyak menghiasi Kota Bandung, CP Wolff Shoemaker. Pada awalnya, Gedung Insulinde berukuran setengah dari yang tampak sekarang dengan satu menara di bagian selatan. Tahun 1927, Kotamadya Bandung yang dulu disebut Gemeente Bandoeng membeli gedung Insulinde. Kala itu NV Olie Fabrikeken Insulinde sudah berhenti beroperasi. Setahun kemudian, Gemeente Bandoeng memperluas Gedung Insulinde yang pembangunannya mengikuti bentuk bangunan semula. Dengan pembangunan tersebut, bentuk bangunan menjadi simetris dengan dua menara di bagian selatan serta utara.

Perluasan Gedung Insulinde bertujuan untuk keperluan Kantor Residen Priangan. Tahun 1942 hingga 1945, gedung yang terletak di ujung Jalan Braga ini beralih fungsi menjadi markas tentara Jepang. Tentara Belanda juga sempat mendiami gedung Insulinde selama tiga tahun dari 1946 sampai 1949. Setelah masa agresi militer Belanda berakhir, gedung yang rancangannya hampir sama dengan SMA Negeri 3 dan 5 Bandung ini dipakai sebagai Kantor Kepolisian Daerah Jawa Barat hingga 1980-an. Sebagai peninggalan, terdapat dua pos jaga di pekarangan gedung. Sempat dibiarkan kosong dan tidak terawat selama dua dasawarsa, Gedung Insulinde dijadikan sebagai "factory outlet" pada 2005.

Saat ini, Gedung Insulinde dipakai sebagai Kantor Bank BJB Syariah. Warna cat gedung masih di dominasi putih sama seperti dahulu dengan tambahan warna merah yang menegaskan perusahaan yang menggunakannya sekarang. Tahun 1980-an, gedung yang berseberangan dengan Bank Indonesia ini hampir dirobohkan untuk dijadikan hotel. Namun, rencana tersebut tidak terealisasi akibat banyaknya protes yang berdatangan dari masyarakat Bandung. Jika rencana pembuatan hotel terjadi, barangkali warga Bandung saat ini tidak bisa melihat keindahan arsitektur Gedung Insulinde yang merubakan benda cagar budaya yang tergolong kelas A. (Fitrah/Periset)

Gedung Indulinde:
Lokasi        : Jalan Braga No. 135 Bandung
Perancang : CP Wolff Schoemaker
Fungsi Gedung
Dulu
1917 : Pabrik minyak NV Olie Fabrikeken Insulinde
1930 : Kantor Residen Priangan
1942 : Markas Tentara Jepang
1946 : Markas Tentara Belanda
1950 : Kantor Kapolda Jabar
2005 : Factory Outlet Cabazon
Sekarang
Kantor BJB Syariah

Sumber: Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi Minggu, 1 Juli 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar