Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 04 November 2012

Tata Cara Menyambut Kelahiran Menurut Islam

Kelahiran adalah permulaan kehidupan manusia di dunia. Setelah berada dalam rahim ibu selama 9 bulan, kelahiran dijadikan sebagai awal perjalanan manusia untuk mengumpulkan amal ibadahnya. Kelahiran seorang anak adalah berkah. Anak adalah buah hati sekaligus investasi dunia akhirat bagi kedua orang tuanya.

Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa baik dan buruknya akhlak dan masa depan anak sangat bergantung pada pendidikan rohani dan jasmani dari orang tua. Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Oleh karena itu, ajaran Islam sangat menekankan pendidikan anak dimulai sejak anak berada dalam kandungan. Dan salah satu moment yang paling penting adalah ketika bayi akan lahir dan ketika ibu sudah melahirkannya.

Dalam menyambut kelahiran, ada adat yang harus dipenuhi, diantaranya
  1. Menunjukkan rasa gembira dengan tahniah.
  2. Mendoakan dan memberi nama yang baik.
  3. Setelah lahir hendaknya di-adzan-kan pada telinga kanan bayi, dan iqomah pada telinga kirinya.
  4. Hendaklah bayi di-tahnik-kan. Tahnik adalah memasukkan sedikit kurma ke dalam mulut bayi dengan jari telunjuk dan digerakkan perlahan ke kanan dan kiri sehingga menyentuh seluruh mulut bayi. Tahnik dilakukan untuk memudahkan bayi ketika menyusu.
  5. Mencukur rambut bayi, menimbangnya dengan emas dan menyedekahkannya.
  6. Melakukan aqiqah dengan menyembelih domba atau kambing. Dua ekor untuk anak laki-laki dan seekor untuk anak perempuan.
Aqiqah
 
Aqiqah maknanya secara syari'ah adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. Hukum akikah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkad dan ini adalah pendapat jumhur 'ulama berdasarkan anjuran Rasulullah SAW. Seperti dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa: “Bersama anak laki-laki ada akikah. Maka tumpahkan penebus darinya darah sembelihan dan bersihkan darinya kotoran (cukur rambutnya). (HR. Ahmad dan Bukhori).
  • Akikah memberi hikmah, diantaranya:
  • Menghidupkan sunnah Rasul,
  • Melindungi anak dari gangguan syetan,
  • Tebusan hutang anak yang akan memberi syafaat bagi orang tuanya kelak pada hari perhitungan,Bentuk pendekatan diri kepada Alloh SWT.
Pelaksanakan akikah disunatkan pada hari ketujuh dari kelahiran. Berdasarkan sabda Rasul yang diriwayatkan oleh Imam Ahmada dan dishahihkan oleh Tarmidzi bahwa: “Setiap anak itu tergadai dengan hewan akikahnya. Disembelih darinya pada hari ketujuh, dan dia dicukur dan diberi nama.” (HR. Imam Ahmad, dishahihkan oleh Tirmidzi). Dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ke-7, maka bisa dilaksanakan pada hari ke-14 atau pada hari ke-21. Namun jika setelah 3 minggu akikah belum dilakukan, maka akikah bisa dilakukan kapan saja pelaksanaannya jika sudah mampu.

Sementara perayaan kelahiran anak atau "Walimah Wiladah" menurut sebagian ulama bolah dilakukan. Walimah ini bukan akikah yang hukumnya sunnah muakkad dan tidak disyariatkan. Walimah Wiladah dengan mengundang banyak orang untuk berkumpul dan makan bersama tidak ada dalilnya. Karena itu ulama berselisih pendapat tentang cara distribusi makanan akikah. Apakah dibagikan dengan diantar ataukah mengundang para tetangga kemudian makan bersama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar