Cari Blog Ini

Jumat, 17 Mei 2013

Janji adalah Hutang

Kata “janji” adalah sesuatu yang sudah tak asing lagi ditelinga. Banyak orang yang mengucapkan janji, bukan hanya di kalangan dewasa saja, remaja bahkan anak-anak pun terkadang mengucapkan/mengikrarkan suatu janji. Namun, kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bagaimana konsekuensinya. Terutama kaum remaja, mereka seringkali mengumbar janji hanya sekedar untuk meyakinkan pasangannya, tanpa ada niat untuk menepatinya. Bahkan, kebanyakan mereka melupakan janjinya tersebut.

Janji adalah hutang yang harus dibayar atau ditunaikan. Apabila seseorang tidak menunaikan suatu janji, berarti ia telah melakukan suatu dosa yang kelak di akhirat akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Dzat yang Maha Adil. Siapa pun yang menyadari dirinya sebagai muslim, maka ia harus selalu melaksanakan dan menunaikan setiap janji yang diikrarkannya dengan tepat pada waktunya. Firman Allah SWT : 






Artinya :
"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimunta pertanggungjawabannya".(QS. Al-Israa : 34) 

Janji dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni janji antar manusia dengan Allah SWT dan janji antara manusia dengan manusia lainnya. Janji antara manusia dengan Allah SWT adalah dulu ketika manusia masih di dalam arwah, yakni ketika manusia ditanya oleh Allah SWT, sebagaimana yang terkandung dalam firman Allah SWT : 







Artinya : 
"Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab : "betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi".(Kami lakukan yang demikian itu) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan : "sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". (Q.S Al-A'raf : 172) 

Oleh sebab itu Allah SWT mengingatkan kepada manusia dalam salah satu firman-Nya : 







Artinya :
"(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah SWT (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi". (QS. Al-Baqarah : 27)

Adapun janji antara manusia dengan manusia yang lainnya cukup banyak. Dalam tata niaga, dalam pergaulan sehari-hari dan lain-lain. Firman Allah SWT : 
















Artinya :
"Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya (8). Dan orang yang memelihara sembahyangnya (9). Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi (10). Yakni yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal didalamnya (11)". (QS. Al-Mukminuun : 8-11)

Mulai detik ini, marilah kita mulai menjaga diri kita untuk tidak mengobral janji, karena sesungguhnya janji itu amat berat pertanggungjawabannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar