Cari Blog Ini

Jumat, 21 September 2012

Penyakit Hati dan Cara Pengobatannya


Hati adalah sumber dari segala macam pemikiran yang dicetuskan oleh seseorang, yang datngnya dari qalbu(relung hati) yang dalam, lalu dicerna oleh otak, kemudian baru dilaksanakan apa-apa yang terkandung/tersirat didalam benak/gerak hati seseorang.
hati adalah sumber dari segala angan kasat yang terselubung didalam dada manusia. Jika baik hati seseorang itu, maka baiklah segala amal (tingkah laku) seorang itu. Demikian juga sebaliknya, jika jahat hati seseorang itu, maka jelek pula segala perbuatannya.

Kamis, 20 September 2012

Hikmah Gerakan Sholat Bagi Kesehatan

Gerakan shalat adalah fitrah yang telah Allah ciptakan untuk kemaslahatan umat manusia. Manfaatnya begitu besar dalam rangka membangun lahir dan bathin. Dalam membangun fisik umat di balik gerakan shalat mengandung manfaat bagi kesehatan.

1. Takbir (Mengangkat tangan): Memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk di isikan ke mata, telinga dan mulut. 

2. Sedekap: Mengisi pembuluh darah di organ kepala, menjepit pembuluh darah balik pada lengan kiri sehingga pembuluh darah di tangan kanan akan mengembang.Ketika tangan di angkat sebelum rukuk maka semprotan pembuluh darah akan mengisi pembuluh darah di daerah organ kepala.
 

3. Rukuk: Melenturkan memori otak dan ginjal. Rukuk yang sempurna akan merangsang sumsum tulang belakang dan sistem syaraf pusat. Urat pinggang akan tertarik sehingga menjaga kesehatan ginjal dan mencegah sakit pinggang. Tuas sistem keringat di punggung, pinggang, paha, betis terpelihara dan sistem saluran syaraf memori pun akan terjaga kelenturannya. 
 

4. I'tidal: Mencegah sakit kepala dan pinggang. Ketika bangun dari rukuk, aliran darah akan turun langsung dari kepala, meyebabkan bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Kondisi ini berguna untuk menghilangkan sakit kepala dan pingsan tiba-tiba. 

5. Sujud: Mencegah koroner dan stroke. Saat sujud pembuluh darah nadi balik dikunci di pangkal paha, sehingga tekanan darah lebih banyak di alirkan kembali ke jantung dan di pompa ke kepala. Sujud akan memaksimalkan pompaan darah dan oksigen ke otak. Sujud adalah posisi terbaik untuk membongkar sumbatan darah jantung sehingga mencegah koroner. Dan membuat pembuluh halus otak mendapatkan tekanan lebih sehingga mencegah stroke. 
 

6. Duduk Antara Dua Sujud: Duduk perkasa. Tekukan kaki dan jari kaki akan menyeimbangkan sistem elektrik dan keseimbangan tubuh. Saraf yang terdapat di pangkal paha dan di cekungan lutut serta ibu jari kaki dalam akan lentur. Akibat kelenturan syaraf ini akan mencegah diabetes, prostat dan hernia. 

7. Duduk Tahiyat Awal: Duduk Pembakaran. Jika lipatan paha dan betis bertemu dalam jangka waktu lama akan merangsang kelenjar keringat sehingga mencegah pengapuran. 
 

8. Duduk Tasyahud Akhir: Keseimbangan saraf dan penyembuhan wasir. Posisi ini lebih baik daripada bersila. Keseimbangan yang berhubungan dengan saraf mata akan terjaga dengan baik. 

9. Salam: Terapi penyakit kepala. Gerakan salam jika dilakukan dengan maksimal akan menjaga kelenturan urat leher. Kontraksi otot-otot di kepala menghasilkan energi panas dan zat-zat yang di perlukan untuk rehabilitasi jaringan yang rusak. Berguna mencegah penyakit kepala dan tengkuk kaku.
 


Sumber: http://www.al-idrisiyyah.com/read/content/04/10/2010/80/hikmah-gerakan-shalat-untuk-kesehatan/

Rabu, 19 September 2012

Sabar dalam Musibah



Oleh : Abu Rifa

Musibah yang datang silih berganti tak akan pernah diketahui kapan datangnya oleh manusia, itulah sunnatullah yang ditetapkan Allah untuk makhluk-Nya. Dalam kehidupan ini, ketenangan dan kegalauan akan datang silih berganti. Semua itu pada dasarnya untuk menguji sejauh mana manusia tetap beriman kepada yang memberi cobaan, yaitu Allah SWT. Dalam kehidupan ini, Allah telah menciptakanadanya siang dan malam, tenang dan gelisah, dan yang lainnya, sebagai isyarat bahwa Allah Maha Kuasa. Tanda-tanda kekuasaan yang ditunjukkan Allah seharusnya membuat manusia memikirkan tentang kekuasaan Allah itu. Sebagaimana Firman-Nya:

“Sesungguhnya didalam penciptaan langit dan bumi dan silih berganinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS Al-Imran: 190).

Dalam ayat ini, Allah SWT memberitahukan kepada kita, bahwa tidak semata-mata Allah menciptakan langit dan bumi dan silih bergantinya siang dan malam kecuali untuk direnungkan, ditafakuri akan adanya tanda-tanda kebesaran-Nya. Semua ini diciptakan tanpa ada yang sia-sia.

Salahsatu tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah adanya musibah yang akan menimpa keoada seluruh makhluk-Nya. Dengan adanya musibah itu, sebenarnya Allah tengah mrngukur tingkat keimanan dan ketaqwaan hamba-hamba-Nya, apakah mereka itu bersabar atau tidak? Allah SWT berfirman,
 
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, juwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlahkabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”(QS Al-Baqarah: 155)

Bila kita renungi, seharusnya kita jangan risau terhadap segala apa yang akan menimpa kita, karena diri kita, atau apapun yang kita miliki, sebenarnya milik Allah. Semua akan kembali kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 156

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengatakan “Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’un” (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kami kembali).”

Selain itu, kita dianjurkan untuk bersabar, karena Allah menyukai orang-orang yang bersabar.


“Wahai orang-orang yang beriman, jadikannlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya, Allah beserta orang-orang sabar.” (QS Al Baqarah: 153)
Terkadang, kita tidak menerima terhadap apa yang telah Allah tetapkan pada diri kita. Kita sering berkeluh kesah kepada Allah atas suatu kejadian yang tidak kita sukai. Padahal, dibalik itu, pasti ada hikmah yang bermanfaat bagi kita. Rasulullah pernah mengatakan tentang manusia ajaib yang ada diantara manusia. Manusia ajaib, kata Rasulullah, adalah manusia yang mampu bersabar apabila ditimpa musibah dan bersyukur apabila diberi nikmat oleh Allah AWT. Kesabaran merupakan perasaan yang sangat berat untuk dirasakan oleh siapapun. Tetapi bagi orang-orang yang beriman, kesabaran merupakna salah satu jalan yang harus dihadapi, karena hal itu merupakan salah satu jalan mendekatkan diri kepada-Nya.


“Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS Al Baqarah:45-46).

Pada saat ini, Negara kita tengah dilanda musibah yang cukup dahsyat. Dimulai dengan krisis moneter yang berkepanjangan, tsunami, tanah longsor, dan lain-lain. Bila kita tidak merenung untuk mengambil pelajaran dari musibah ini, sungguh kita termasuk orang yang rugi. Mungkin sudah banyak kemaksiatan yang kita lakukan, sehingga Allah menurunkan azab-Nya. Sungguh bila kita taat kepada Allah, mungkin musibah akan sangat jarang terjadi. Walaupun itu terjadi, akan bersifat sebagai cobaan sehingga bila kita meninggal pun semoga kita tergolong mati syahid.

Sesungguhnya, Allah tidak akan meninggalkan orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Dia akan senantiasa menuntun orang-orang yang senantiasa taat kepada-Nya, baik di kala lapang atau sempit. Oleh karena itu, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolong kita. Amiin………

Membaca Label Nurtrisi Bikin Wanita Langsing

 



Liputan6.com, New York: Membiasakan diri membaca label nutrisi bisa membantu seseorang yang hendak menurunkan berat badan. Menurut penelitian cara itu bisa menurunkan bobot hingga empat kilogram (Kg).

U.S. National Health Interview Survey mengamati kebiasaan makan 25 ribu orang serta cara belanja mereka. Tim ilmuwan internasional itu menganalisa hasil penelitian dan menemukan rata-rata wanita yang membaca label nutrizi bisa menurunkan bobot hingga 4 kg dibandingkan wanita yang tidak melihat label di makanan favorit mereka.

"Pertama kami menganalisa yang membaca label nutrisi saat membeli makanan, kemudian kami melihat hubungannya dengan berat badan mereka," kata peneliti Maria Loureiro dari University of Santiago de Compostela di Spanyol.

Orang-orang yang dengan tingkat pendidikan tinggi, termasuk SMA dan kuliah memerhatikan label nutrisi seperti yang dilakukan orang-orang yang tinggal di perkotaan. Perempuan kulit putih yang tinggal di perkotaan merupakan yang paling banyak membaca label saat di lorong supermarket. Sementara perokok paling kurang memperhatikan soal nilai gizi dan para peneliti mengaitkannya dengan kurangnya gaya hidup sehat.

Selain itu, 58 persen pria membaca label makanan dibandingkan dengan 74 persen wanita. Orang-orang yang membaca label makanan memiliki indeks massa tubuh 0,12 poin lebih rendah dibandingkan pria yang tidak membaca label.

Sementara itu, wanita yang membaca label memiliki indeks massa tubuh lebih rendah 1,48 poin dibandingkan perempuan lain. Artinya mereka memiliki lemak tubuh yang kurang proporsional dengan tinggi dan berat badan.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Agricultural Economics. Loureiro menyarankan bahwa "kampanye dan kebijakan publik dapat dirancang untuk mempromosikan penggunaan label gizi pada menu di restoran dan perusahaan publik lainnya untuk kepentingan orang-orang yang biasanya makan di luar".(Foxnews/MEL)

http://kesehatan.liputan6.com/read/438347/membaca-label-nurtrisi-bikin-wanita-langsing





Kamis, 06 September 2012

Seks, Alkohol, Lemak, Pembunuh Terbesar


DokterSehat – Secara global, ada lima faktor yang berpengaruh pada kesehatan dan usia harapan hidup masyarakat, yakni malnutrisi, seks yang tidak aman, alkohol, sanitasi yang buruk dan kebersihan, serta tekanan darah tinggi. Sekitar 60 juta kematian di usia muda di seluruh dunia disebabkan oleh lima faktor itu.
Bila kelima faktor tersebut bisa diatasi, kematian di usia muda bukan hanya bisa dicegah, namun angka harapan hidup akan meningkat hingga lima tahun. Demikian laporan yang disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Bila malnutrisi menjadi masalah besar di negara-negara miskin, obesitas dan kelebihan berat badan akibat kelebihan nutrisi, menjadi masalah di kebanyakan negara maju. Menurut WHO, lebih banyak kematian yang disebabkan karena obesitas dibanding akibat malnutrisi.
“Dunia menghadapi masalah yang besar dan hampir sama di berbagai negara dalam hal kesehatan,” tulis WHO dalam laporan Global Health Risk. Ada 24 faktor risiko kesehatan yang disebut dalam laporan tersebut. Bila masalah-masalah itu teratasi, kualitas kesehatan masyarakat pun akan meningkat.
“Bila kualitas kesehatan naik, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” catat WHO. Dalam laporan tersebut juga disebutkan, ada beberapa masalah kesehatan yang diasosiasikan dengan negara kaya, seperti merokok dan obesitas, ternyata kini juga dihadapi oleh negara-negara miskin dan berkembang.
WHO mencatat, risiko kesehatan kini berada dalam masa transisi; usia harapan hidup masyarakat meningkat karena berhasil melawan penyakit infeksi, namun di saat yang sama muncul masalah baru akibat kurangnya aktivitas fisik, pola makan, konsumsi alkohol dan merokok.
Secara umum, badan kesehatan dunia ini membuat ranking risiko kematian akibat faktor kesehatan, yakni hipertensi (13%), merokok (9%), gula darah tinggi (6%), kurang olahraga (6%), dan obesitas atau kegemukan(5%). Faktor-faktor tersebut meningkatkan risiko terkena penyakit kronik dan penyakit penyebab kematian, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.
Negara miskin masih bergulat pada masalah kesehatan yang disebabkan oleh kemiskinan, kekurangan nutrisi, seks yang tidak aman, minimnya air bersih dan sanitasi yang buruk. Pada saat yang sama, faktor yang terkait dengan pola makan, seperti kolesterol, obesitas, dan tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih besar.

Kamis, 16 Agustus 2012

Menjauhi Sikap dan Perilaku Jahil

Oleh: Ahmad Sahidin, S. Hum


“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kalian, sujudlah kalian, sembahlah Rabb kalian dan perbuatlah kebajikan, supaya kalian memperolah kemenangan” (Al-Hajj: 77)

Ada sebuah kisah tentang seorang musafir yang kehausan di padang pasir. Ia berjalan kesana kemari mencari air yang dapat menghilangkan rasa hausnya. Sampailah ia di sebuah bukit dengan batu-batu terjal. Dari sela-sela batu bukit ada air mengalir. Langsung saja ia menengadahkan tangannya untuk menampung air. Tapi tiba-tiba elang menyambar tangannya. Setiap kali akan menyiduk air, tiap kali itu pula elang menyambar dan menjatuhkan air di tangannya. Karena kesal maka elang yang sedang terbang di atas kepalanya itu dipukul dengan tongkat hingga jatuh di atas bukit batu. Ia naik ke atas bukit untuk memastikan mati tidaknya elang itu. Di situ, didekat tergeletaknya elang, ada bangkai ular yang dari mulutnya mengeluarkan bisa (racun) dan menetes ke air itu. Spontan saja ia kaget, ia tertegun beberapa menit. Ia sadar bahwa elang itu sebenarnya telah berupaya menyelamatkan jiwanya dari air yang mengandung racun ular. Demikianlah akhir sebuah kisah yang terdapat dalam buku Tafsir Sufi Al-Fatihah, karya Jalaluddin Rakhmat (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2000. Hal. 172)

Dalam setiap kisah pasti ada hikmah. Apa hikmah kisah tadi? Jika kita berani mengkaji dan menelaah dengan sebaik-baiknya, jelas bahwa muafir itu symbol manusia yang kurang pengetahuan tentang kebenaran. Dari kisah itu Ustadz Jalaluddin Rakhmat ingin menunjukkan adanya bentuk kebodohan atau jahil (aljaahilu) seseorang yang berprasangka buruk terhadap orang lain. Dan kita, di lingkungan kita, mungkin menemukan tipe-tipe seperti musafir itu. Salah satunya adalah mereka yang sering kali membabat, menyalahkan, dan bahkan mungkin menganggap sesat kepada mereka yang berbeda dengan kita. Hal itu terjadi akibat kurangnya pemahaman, tidak utuhnya informasi, dan belum lengkapnya pengetahuan. Persepsi yang keliru ini yang akan menjerumuskan kita ke dalam prasangka-prasangka buruk. Yang seharusnya, sebelum memutuskan atau menghakimi, alangkah baiknya mengkaji terlebih dahulu secara menyeluruh. Sebagaimana Allah SWT berfirman,
 

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka, karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan orang lain. Adakah seseorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka kamu tentu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (Al-Hujurat: 12).
Jelaslah bahwa berprasangka buruk itu dilarang. Ibarat memakan daging saudaranya sendiri. Sungguh jijik dan tercelalah orang yang demikian. Dan kita sebagai muslim tidak boleh bertindak seperti kisah musafir diatas. Sebab orang yang berbuat sesuatu tanpa ilmu kebenaran (haqiqi) yang utuh dapat dikatakan jahil atau aljaahilu.

Lalu, bagaimana caranya agar terhindar dari sikap dan perilaku tersebut? Tentu kita harus tahu dulu apa jahil atau aljaahilu itu? Menurut Ustadz Jalaluddin Rakhmat, kata aljaahilu mengandung tiga makna. Pertama, orang yang termasuk jahil adalah yang mengambil keputusan (kesimpulan) tanpa disertai pengetahuan (ilmu); Kedua, adalah orang yang mempercayai sesuatu yang bukan sebenaranya (ghair haqiqi); dan Ketiga, adalah mereka yang bertindak dan melakuakan sesuatu atau memberikan keputusan sebelum cukup informasi.

Ketiga makna itu yang harus diantisipasi dan dihindari jauh-jauh dari kehidupan kita. Sebab sejak lima belas abad yang silam, Allah SWT telah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan sesuatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebebkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (Al-Hujurat: 6)
 
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetauan tentangnya. Sesungghunya pendengaran, pengihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya” (Al-Isra’: 36) 
 
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh” (Al-A’raff: 199)

Demikian pesan Allah SWT kepada kita. Maka pada konteks inilah kita harus mawas diri dengan sebaik-baiknyaagar terhindar dari perilaku dan sikap-sikap jahil diatas. Seperti yang disampaikan Rasulullah SAW bahwa bila berkaitan dengan agama sekiranya ada suatu keterangan datang kepadamu, bandingkanlah dengan keterangan (ayat-ayat) dalam Al-Quran. Bila hal itu sesuai dengannya, maka ambillah; dan bila bertentangan atau tidak sesuai dengannya, maka bunglah (Syekh Kulaini, Ushul Kahfi, jilid I, Hal.62). Begitu juga dalam kehidupan ini. Jika kita sedang beraktifitas mendapatkan informasi atau keterangan, haruslah berani melakukan konfirmasi ulang untuk mengecek kebenarannya. Kita harus melakukan check dan recheck (penyelidikan intensif) dengan sumbernya sebelum memutuskan segala sesuatunya. Juga kita harus mengedepankan akurasi atau ketepatan isi (matan/content) atas semua informasi yang sampai atau disampaikan orang kepada kita, dengan menghindari prasangka-prasangka buruk dan fitnah-fitnah.

Karena itu, seorang muslim atau muslimah wajib memiliki rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi dan selalu tidak puas dengan informasi yang secuil. Ia harus tekun, giat, terbuka dalam menerima segala informasi, dan bahkan perlu untuk diteliti kembali. Seperti yang dirumuskan KH. Abdullah Gymnastiar, bahwa segala informasi atau keterangan itu harus BAL (Benar, Akurat, dan Lengkap). Maka dengan menjalankan rumus itulah kita akan terhindar dari prasangka buruk yang diakibatkan atas ke-JAHIL-an kita. Inilah yang harus diperhatikan. Begitulah seharusnya seorang muslim dan muslimah bersikap bila tidak ingin disebut jahil.

Selasa, 31 Juli 2012

Memilih Makanan yang Tepat Agar Puasa Lancar

KOMPAS.com - Saat berpuasa, secara otomatis tubuh akan mengatur ulang kebutuhan akan asupan makanan. Tubuh akan mengambil sumber energi yang terdapat dalam cadangan energi tubuh yakni glikogen. Menurut Peter C. Kurniali dan Nugroho Abikusno, MD, Ph.D, dalam bukunya yang berjudul Healthy Food for Healthy People, pada dasarnya tak ada pantangan makanan agar kuat berpuasa.Namun yang paling penting adalah pengaturan makanan dengan sehat dan seimbang. Berikut beberapa tip untuk memilih makanan yang tepat selama puasa.

1. Pilih makanan berkalori
Agar kuat berpuasa, saat sahur sebaiknya pilih makanan yang mengandung kalori, vitamin, dan mineral seperti roti selai kacang, susu low fat, atau roti keju. Dengan mengonsumsi makanan ini, Anda bisa memperoleh zat gizi dengan kandungan kalori yang tinggi. Akibatnya, setelah glikogen diserap jaringan otot, zat makanan ini bisa memberikan sisa energi yang diperlukan tubuh terutama tiga jam menjelang berbuka puasa.
Sedangkan saat berbuka puasa, sebaiknya berbukalah denga makanan yang manis terlebih dulu. Ini berfungsi untuk menyeimbangkan kadar gula dalam darah dan juga memulihkan energi. Setelah itu santaplah makanan lengkap, satu jam setelah berbuka.

2. Jangan makan terlalu kenyang saat berbuka
Setelah berpuasa, pencernaan butuh 'pemanasan' sebelum mencerna makanan yang terlalu berat dan banyak. Bila terlalu banyak makan saat berbuka, otomatis pencernaan akan kaget dan terlambat mencerna. Ini akan mengakibatkan perut menjadi kembung.

3. Hindari makanan yang menyebabkan iritasi
Saat berpuasa, pencernaan akan menjadi sedikit lemah dan mudah mengalami iritasi saluran pencernaan. Usahakan untuk menghindari atau mengurangi santapan makanan pedas, berlemak, dan makanan kalengan.

4. Perbanyak minum air putih
Air putih bisa membantu proses detoksifikasi saat puasa. Selain itu, minum air putih akan membantu melindungi tubuh dari dehidrasi. Menurut Peter dan Nugroho, idealnya cairan yang harus dikonsumsi saat sahur adalah 3-4 gelas dan 3-4 gelas saat berbuka.

5. Batasi konsumsi makanan tak sehat
Saat puasa, sebaiknya batasi konsumsi gula, gorengan, dan juga makanan bersantan. Jenis makanan ini akan membuat orang lebih cepat kenyang namun kebutuhan gizi yang masuk belum cukup untuk memulihkan energi yang hilang setelah puasa.

Sumber : Healthy Food for Healthy People, Peter C. Kurniali dan Nugroho Abikusno, MD, PhD.