Cari Blog Ini

Minggu, 03 Februari 2013

Keberadaan Jin dan Syetan Menurut al-Qur’an

Dari zaman dahulu sampai sekarang, dari dunia barat sampai ke timur, hampir semua lapisan budaya manusia menyatakan adanya sosok jin. Bahkan dalam film sering dimunculkan karakter jin yang berdampingan dengan manusia. Selain itu, berbagai macan gangguan kasat mata dan tidak masuk akal pun juga disebabkan oleh jin. Lalu siapakah sosok jin ini sebenarnya?

Firman Alloh SWT dalam al-Qur’an menyatakan bahwa sosok jin ini memang ada. Hal ini dinyatakan dalam surat al-Jin. Pada surat tersebut dijelaskan tentang jin. Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan al-Qur’an dan mereka mengikuti ajaran al-Qur’an tersebut. Jin ada yang mukmin, ada pula yang kafir. Alloh SWT memberi janji kepada jin dan kepada manusia untuk melimpahkan rizkinya kalau mereka mengikuti jalan yang lurus sesuai perintah Alloh.

Secara bahasa dan etimologi, kata jin berasal dari kata janna yang berarti bersembunyi atau tidak terlihat oleh panca indera kita. Dalam surat al-A’raf ayat 27, Alloh menerangkan:

Minggu, 11 November 2012

Fenomena Kesurupan menurut Pandangan Islam

Maha Suci Alloh atas seluruh ciptaan-Nya di muka bumi ini. Diantara semua ciptaan Alloh di muka bumi, manusia adalah yang paling sempurna.




Artinya:
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At-Tiin: 4)

Manusia dibekali dengan akal dan pikiran yang baik, diberi indra yang sempurna untuk melihat, merenungi, dan mensyukuri apa yang telah Alloh SWT berikan kepada kita. Dibalik kehebatan pemikiran yang menghasilkan karya dan teknologi yang hebat, ternyata masih banyak fenomena kasat mata yang ada di alam ini yang belum dapat dijawab hanya dengan penalaran logika saja.

Mitos Binatang yang Membawa pada Kesyirikan

Pernah dengar mitos tentang burung gagak, atau mitos tentang ayam cemani, atau kucing hitam…?? Itulah diantara mitos binatang yang diidentikkan dengan pertanda kesialan, ritual khusus, dan sesuatu yang membawa pada kesyirikan.

Burung Gagak 

Anda pasti pernah melihat burung gagak, bukan? Burung berwarna hitam ini kerap kali menjadi simbol keankeran. Dan yang paling kasihan, terkadang nyawa burung ini dijadikan syarat utama dalam sebuah ritual perdukunan dan dijadikan syarat utama untuk merujuk pada keberhasilan suatu ritual.

Minggu, 04 November 2012

Tata Cara Menyambut Kematian Menurut Islam

Kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia sebagaimana yang telah ditegaskan dalam firman Alloh SWT dalam al-Qur’an:




Artinya:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)

Kematian dalam pandangan al-Qur’an tidak hanya terjadi sekali, tetapi dua kali. Dalam surat al-Mu’min ayat 11 membenarkan ucapan orang-orang kafir dihari kemudian:






 Artinya:
Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" (QS. Al-Mu’min: 11)

Tata Cara Menyambut Kelahiran Menurut Islam

Kelahiran adalah permulaan kehidupan manusia di dunia. Setelah berada dalam rahim ibu selama 9 bulan, kelahiran dijadikan sebagai awal perjalanan manusia untuk mengumpulkan amal ibadahnya. Kelahiran seorang anak adalah berkah. Anak adalah buah hati sekaligus investasi dunia akhirat bagi kedua orang tuanya.

Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa baik dan buruknya akhlak dan masa depan anak sangat bergantung pada pendidikan rohani dan jasmani dari orang tua. Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Oleh karena itu, ajaran Islam sangat menekankan pendidikan anak dimulai sejak anak berada dalam kandungan. Dan salah satu moment yang paling penting adalah ketika bayi akan lahir dan ketika ibu sudah melahirkannya.

Keajaiban Penciptaan Unta


 Alloh SWT menciptakan hewan gurun pasir ini bukan tanpa maksud. Seperti yang tercantum dalam al-Qur’an:




Artinya: 
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan” (QS. Al-Ghaasyiyah: 17)

Panasnya gurun pasir sangat mematikan bagi makhluk lain. Selain sejumlah kecil serangga, reptile dan beberapa binatang lainnya, tak ada yang mampu hidup di sana.

Lain halnya dengan unta. Alloh SWT menciptakan unta secara khusus untuk hidup di gurun pasir dan untuk membantu manusia. Unta memiliki struktur tubuh yang kuat yang mampu bertahan selama 8 hari dengan suhu 500C tanpa makan dan minum. Struktur dan sel unta yang unik mampu memanfaatkan metabolism dengan baik. Unta mampu meminum air seberat sepertiga berat badannya, atau sekitar 130 liter sekali minum. Dinding sel pada unta memiliki struktur khusus untuk mencegah hilangnya air secara berlebihan. Keberadaan punuk merupakan keuntungan bagi unta. Sekitar 20% dari berat badan unta adalah lemak yang tersimpan di bagian punuknya. Hal ini memungkinkan unta untuk menggunakan sedikit air.

Kamis, 25 Oktober 2012

Keistimewaan Binatang Dalam al-Qur’an


Dari sekian banyak binatang yang diciptakan Alloh SWT di muka bumi ini, terhanya hanya sedikit yang mendapatkan keistimewaan untuk dituliskan namanya sebagai nama surat dalam Al-Qur’an.

1. Lebah

Lebah digunakan namanya dalam Surat an-Nahl yang merupakan surat ke 16 dalam Al-Qur’an dan berjumlah 128 ayat. Lebah termasuk salah satu binatang istimewa dalam al-Qur’an. Hewan ini dikatakan sebagai hewan yang serba guna. Lebah siap memberikan banyak kegunaan bagi manusia mulai dari awal hidupnya hingga titik darah penghabisan.

Keistimewaan utama dari lebah adalah ia dapat menghasilkan madu. Madu berkhasiat untuk melancarkan proses pencernaan makanan di dalam tubuh manusia karena kandungannya yang kaya. Mulai dari antibiotik alami, antioksidan, vitamin B1, B2, dan masih banyak lagi. Bahkan Rasulullah menggunakan madu sebagai metoda penyembuhan penyakit selain habbatusauda dan bekam.